I.
LANDASAN TEORI ORGANISASI
I.I Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses
pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, serta wewenang dan tanggung
jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan
sebagai suatu kesatuan yang utuh dan bulat dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi adalah alat yang digunakan oleh manusia
untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi sebagai setiap bentuk persekutuan
antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan
terikat secara formal yang tercermin pada hubungan sekelompok orang yang disebut
bawahan (Arif Zulkifli Nasution, 2018).
Teori organisasi adalah disiplin ilmu yang
mempelajari struktur dan desain organisasi, yang menunjuk kepada aspek-aspek
deskriptif dari disiplin ilmu tersebut. Teori itu menjelaskan bagaimana
organisasi sebenarnya distruktur dan menawarkan tentang bagaimana organisasi
dapat dikonstruksi guna meningkatkan keefektifan mereka. Jadi organisasi adalah
bentuk lembaga yang dominan dalam masyarakat kita, organisasi meresap ke dalam
semua aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh, baik ekonomi dan bahkan
kehidupan pribadi kita.
Sebuah organisasi berdasarkan definisi,
diciptakan untuk mencapai satu tujuan atau lebih yang telah ditetapkan
sebelumnya. Oleh karena itu, tidak heran jika kita menjumpai bahwa pencapaian
tujuan merupakan kriteria yang paling banyak digunakan untuk menentukan
keefektifan. Pendekatan pencapaian tujuan mengasumsikan bahwa organisasi adalah
kesatuan yang dibuat dengan sengaja, rasional, dan mencari tujuan. Oleh karena
itu, pencapaian tujuan yang berhasil menjadi sebuah ukuran yang tepat tentang
keefektifan.
Namun demikian,
agar pencapaian tujuan bisa menjadi ukuran yang sah dalam mengukur keefektifan
organisasi, asumsi-asumsi lain juga harus sah, antara lain:
1. Organisasi harus mempunyai tujuan-tujuan akhir.
2. Tujuan-tujuan tersebut harus diidentifikasi dan ditetapkan dengan baik agar dapat dimengerti.
3. Tujuan-tujuan tersebut harus sedikit agar mudah dikelola.
4. Harus ada konsensus atau kesepakatan umum mengenai tujuan-tujuan tersebut.
5. Kemajuan ke arah tujuan-tujuan tersebut harus dapat diukur.
1. Organisasi harus mempunyai tujuan-tujuan akhir.
2. Tujuan-tujuan tersebut harus diidentifikasi dan ditetapkan dengan baik agar dapat dimengerti.
3. Tujuan-tujuan tersebut harus sedikit agar mudah dikelola.
4. Harus ada konsensus atau kesepakatan umum mengenai tujuan-tujuan tersebut.
5. Kemajuan ke arah tujuan-tujuan tersebut harus dapat diukur.
Jadi sebuah organisasi mempunyai batasan yang
relatif dapat diidentifikasi, namun sebuah batasan yang nyata harus ada agar
kita dapat membedakan antara anggota dan bukan anggota. Orang-orang di dalam
sebuah organisasi mempunyai suatu keterikatan yang terus menerus, kemudian
organisasi mengakui adanya kebutuhan untuk mengkoordinasikan pola interaksi
para anggota organisasi secara formal, dan struktur organisasi menetapkan
bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme
koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti.
Unsur pokok dalam perilaku organisasi adalah
orang, struktur, teknologi, dan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Orang
di sini adalah yang membentuk sistem sosial intern organisasi, struktur adalah
sarana penentu hubungan resmi orang-orang dalam organisasi, dan teknologi
adalah sebagai penyedia sumber daya yang digunakan orang-orang untuk bekerja
dan mempengaruhi tugas yang mereka lakukan. Di dalam sebuah organisasi,
kepentingan bersama yang disepakati untuk dicapai melalui kerjasama antar
sejumlah individu sebagai anggotanya, berkembang menjadi tujuan organisasi
sebagai tujuan bersama.
Dua peran yang mutlak ada dalam sebuah
organisasi adalah peran sebagai pemimpin dan peran sebagai anggota, yang
masing-masing mengemban tugas untuk mendukung kegiatan mencapai tujuan
organisasi, dengan atau tanpa kerjasama (Hadari Nawawi, 2003). Secara teoretis
mengenai organisasi telah dikemukakan dalam literatur-literatur ilmiah, di
antaranya adalah sebagai berikut:
1. Organisasi adalah kekuatan-kekuatan atau aktivitas-aktivitas manusia yang dikoordinasikan secara sadar dan saling berhubungan. (Koontz, 1980)
2. Organisasi adalah kelompok manusia yang bekerjasama di bawah pimpinan seorang pemimpin, untuk mencapai tujuan tertentu (Duncant, 1981)
3. Organisasi adalah unit sosial (kelompok sosial/pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali berdasarkan pertimbangan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Thoha, 2003).
1. Organisasi adalah kekuatan-kekuatan atau aktivitas-aktivitas manusia yang dikoordinasikan secara sadar dan saling berhubungan. (Koontz, 1980)
2. Organisasi adalah kelompok manusia yang bekerjasama di bawah pimpinan seorang pemimpin, untuk mencapai tujuan tertentu (Duncant, 1981)
3. Organisasi adalah unit sosial (kelompok sosial/pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali berdasarkan pertimbangan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Thoha, 2003).
4. Organisasi adalah sistem perilaku yang
terstruktur untuk memberikan aturan-aturan bagi peranan manusia yang menjadi
anggotanya (Wasley, 1998).
5. Organisasi adalah suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, sehingga setiap anggotanya memiliki fungsi dan tugas masing-masing, yang sebagai satu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan batas-batas yang jelas, sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Hani, 1987).
5. Organisasi adalah suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, sehingga setiap anggotanya memiliki fungsi dan tugas masing-masing, yang sebagai satu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan batas-batas yang jelas, sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Hani, 1987).
Dengan demikian, organisasi yang dimaksud tidak
lebih adalah sebagai sekumpulan orang, yang di dalamnya melakukan kerjasama
dengan melalui pola hubungan yang bersifat sekunder, sehingga tidak ada terikat
kaitan emosional, yang terintegrasi dalam sebuah lingkungan sosial yang lebih
luas, dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dalam rangka mencapai tujuan.
Berdasarkan teori di atas, maka organisasi
semakin besar dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Pihak-pihak berkepentingan
dari sebuah organisasi adalah meliputi manajer, karyawan, dan pemegang saham,
serta komponen-komponen kekuatan langsung dari lingkungan luar seperti
pelanggan, pemasok (pensuplai), lembaga-lembaga keuangan, persaingan, serikat
pekerja, serta badan-badan Pemerintah secara langsung dan atas suatu dasar yang
berkesinambungan berinteraksi dengan organisasi itu.
Organisasi adalah alat yang digunakan
orang-orang secara individu maupun kelompok untuk mencapai beberapa tujuan.
Organisasi menggabungkan pengetahuan kolektif, nilai dan visi orang-orang yang
secara sadar (dan kadang tidak sadar) berusaha untuk memperoleh sesuatu yang
mereka inginkan. Organisasi juga dapat dikatakan sebagai respon dan alat
menciptakan keuntungan yang memenuhi beberapa kebutuhan manusia. Beberapa
organisasi baru bermuculan ketika beberapa teknologi baru tersedia, sebagai
contoh organisasi perusahaan.
I.2 Pengorganisasian
di Perusahaan Percetakan Qwerty
Sebagai salah satu contoh di sebuah Perusahaan
Percetakan Qwerty adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen manusia,
bahan-bahan mentah dan mesin-mesin. Produktivitas suatu perusahaan sangat
ditentukan oleh bagaimana interaksi antara ketiga komponen tersebut. Namun
faktor manusianya tetap sebagai penentu terhadap segala produktivitas.
Suatu bentuk usaha tanpa manusia, tidak mungkin
ada dan tidak dapat dibayangkan. Bagaimanapun sederhana ataupun kompleksnya
suatu bentuk usaha, manusia yang menjadi intinya. Karena dalam dunia kerja yang
semakin kompetitif dan memiliki banyak tuntutan, para manajer tidak hanya
mengandalkan keterampilan teknis mereka saja, namun dibutuhkan suatu
keterampilan teknis di dalam menangani orang dengan baik, bagaimana suatu
pemimpin dan manajer mempertahankan kinerja yang tinggi dari tenaga kerja dan
memperhatikan fasilitas yang memuaskan bagi konsumen.
Untuk menyikapi tuntutan dan permasalahan yang
ada di dalam dunia industri dan organisasi (perusahaan), saran-saran psikologis
sangat dibutuhkan, guna mendapatkan pemikiran yang semakin realistis dan maju.
Karena psikologi di dalam dunia industri dan organisasi mampu menangani
masalah-masalah manusia dan masalah antar manusia secara profesional.
Dibawah ini adalah struktur organisasi beserta
tugas dan tanggung jawab bagian personal perusahaan Percetakan Qwerty :
Struktur Organisasi Perusahaan Percetakan
Qwerty

1. Direktur
- Bertanggung jawab atas tercapainya
tujuan perusahaan
- Bertanggung jawab menjamin kelancaran perusahaan
- Bertanggung
jawab dalam bidang perencanaan, pelaksanaan dan
pengembangan.
2. Bagian Keuangan Dan Administrasi
- Merencanakan cash flow perusahaan
- Mencatat penerimaan dan pengeluaran sehari-hari
- Membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan dan tahunan.
- Menjalankan fungsi administrasi perusahaan
- Mengkalkulasi orderan
3. Bagian Produksi
- Bertanggung jawab terhadap kualitas, ketepatan waktu dan
kelancaran
seluruh kegiatan produksi.
- Mengkoordinasi dan mengawasi
antara bagian pracetak, cetak dan
finishing.
4. Bagian Pemasaran Dan Humas
- Merencanakan dan melaksanakan strategi
pemasaran
- Bertanggung jawab atas tercapainya
target pemasaran
- Proof hasil setting dan Humas.
5. Bagian Pracetak
- Bertanggung
jawab atas kualitas dan ketepatan waktu dalam menyiapkan setting, disain,
film dan master.
6. Bagian
Cetak
- Bertanggung
jawab atas kualitas dan ketepatan waktu hasil cetakan
- Bertanggung
jawab atas kebersihan dan kelancaran peralatan cetak yang
dipegangnya.
7.
Bagian Finishing
- Bertanggung
jawab atas penyelesaian akhir setiap order cetakan, baik
pemotongan, penjilidan maupun pengepakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar