Metode Penelitian
Penelitian
adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara alamiah
dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip
baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat
ilmu serta teknologi (Margono, 2004: 1). Metodologi penelitian terdiri dari
kata “methodology” yang berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk
memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya (Hadi dan
Haryono, 2005: 41).
Adapun
yang dimaksud metode penelitian menurut Furchan (2004: 39) adalah strategi umum
yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab
persoalan yang dihadapi. Sukardi (1983, 15-16) memaparkan bahwa metode
diartikan sebagai suatu kumpulan dari berbagai cara (yang didasari oleh
penalaran dan logika berfikir yang kuat) yang dipergunakan untuk mendekati
suatu masalah dengan tujuan untuk memperoleh pengertian-pengertian yang lebih
luas mengenai berbagai masalah.
Prosedur
diartikan sebagai serangkaian petunjuk atau pedoman untuk memulai melaksanakan
sesuatu dan teknik diartikan sebagai suatu kumpulan dari prosedur atau
pengelompokkan dari berbagai cara untuk melakukan sesuatu. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara yang harus dilakukan oleh
peneliti melalui serangkaian prosedur dan tahapan dalam melaksanakan
serangkaian kegiatan penelitian dengan tujuan untuk memecahkan masalah atau
mencari jawaban terhadap suatu masalah.
Berbagai Jenis Metode Penelitian
Berbagai
klasifikasi metode penelitian telah diajukan oleh para ahli. Klasifikasi yang
disusun oleh satu ahli yang satu kadangkala berbeda dengan yang dibuat oleh
ahli lainnya, akan tetapi ada pula yang memberikan klasifikasi metode
penelitian yang relatif sama. Dalam pengelompokkan metode penelitian, kriteria
yang dipakai pada umumnya terkait dengan teknik dan prosedur penelitian dari
metode penelitian tersebut. Namun ada juga pengelompokkan yang dibuat berdasarkan
pada teknik saja atau prosedur saja. Beberapa klasifikasi yang telah dilakukan,
antara lain oleh Crawford pada tahun 1928, yang mengelompokkan metode
penelitian ke dalam 14 jenis, yaitu:
(1)
Eksperimen
(2)
Sejarah;
(3)
Psikologis;
(4)
Case study;
(5)
Survei;
(6)
Membuat kurikulum;
(7)
Analisis pekerjaan;
(8)
Intervie;
(9)
Questionair;
(10)
Observasi;
(11)
Pengukuran;
(12)
Statistik, dan
(13)
Tabel dan Grafik serta
(14)
Teknik perpustakaan.
Perkembangan
pengklasifikasian metode penelitian terus berubah. Pada tahun 1914 telah muncul
ahli-ahli yang membagi penelitian ke dalam kelompok-kelompok penelitian
tertentu. Antara tahun 1914-1931 terdapat empat buah metode favorit, yaitu:
(1)
Metode eksperimen;
(2)
Metode sejarah;
(3)
Metode deskriptif; dan
(4)
Metode kuesioner.
Pada
tahun 1931, penelitian dikelompokkan atas empat kelompok, yaitu:
(1)
Metode sejarah;
(2)
Metode ekserimen;
(3)
Metode filsafat; dan
(4) Metode
deskriptif.
Antara
tahun 1932-1938, metode yang banyak digunakan dalam penelitian masih dalam
pengelompokkan seperti di atas, hanya saja urutanurutan menurut popularitasnya
berubah menjadi:
(1)
Metode eksperimen;
(2)
Metode sejarah;
(3)
Metode deskriptif; dan
(4)
Metode filsafat.
Adapun
secara rinci Hadi dan Haryono (2005:47) mengelompokkan metode penelitian dapat
digambarkan sebagai berikut:
(1) Metode
Sejarah
(2) Metode
Deskriptif;
(3) Metode
Eksperimen;
(4) Metode
Penelitian Grounded;
(5) Metode
Penelitian Tindakan;
Metode Sejarah
Penelitian
dapat dilihat dari segi perspektif serta waktu terjadinya fenomena-fenomena
yang diselidiki. Metode sejarah mempunyai perspektif historis. Banyak juga ahli
yang mempersamakan metode sejarah dengan metode dokumenter, karena dalam metode
sejarah banyak data didasarkan pada dokumen-dokumen. Namun, sebenarnya metode
sejarah tidak sama dengan metode dokumenter, karena metode dokumenter dapat
saja mengenai masalah dini dan tidak perlu mengenai masalah masa lalu. Metode
sejarah menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak
dapat diulang-ulang kembali. Ini nyata sekali bedanya dengan metode penelitian
eksperimen pada fenomena natura, di mana data observasi.
Dengan
demikian, maka kita lihat bahwa biografi dapat menjadi sejarah, jika perorangan
tersebut dihubungkan dengan fenomen masyarakat pada masanya. Metode sejarah
merupakan suatu usaha untuk memberikan interpretasi dari bagian trend yang
naik-turun dari suatu status keadaan di masa yang lampau untuk memperoleh suatu
generalisasi yang berguna untuk memahami kenyataan sejarah, membandingkan
dengan keadaan sekarang dan dapat meramalkan keadaan yang akan datang. Jadi,
tujuan dari penelitian dengan metode sejarah adalah untuk membuat rekonstruksi
masa lampau secara objektif dan sistematis dengan mengumpulkan, mengevaluasikan,
serta menjelaskan dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan
menarik kesimpulan secara tepat.
Beberapa
ciri khas metode sejarah menurut Nazir (2005: 48-49) adalah:
- Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada
data yang diamati orang lain di masa-masa lampau.
- Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada
data primer dibandingkan dengan data sekunder. Bobot data harus kritik,
baik secara internal maupun secara eksternal.
- Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta
menggali informasi tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip
dalam bahan acuan yang standar.
- Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik
nama pengarang, tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran
dan ketulenannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi
yang tidak pernah berhubungan.
Sumber-sumber
sejarah dibagi kedalam kelompok-kelompok sebagai berikut:
- Pertinggal fisis: tempat-tempat bersejarah,
piramida, pot-pot, senjatasenjata, gedung-gedung, dan sebagainya.
- Cerita secara oral: yaitu materi yang dipindahkan
dari mulut ke mulut seperti balada, cerita rakyat, tradisi-tradisi,
legenda, dan sebagainya.
- Materi inskripsi: yaitu materi-materi pada tulisan
tidak seperti biasa seperti tulisan pada pot-pot, pada piring, pada patung
dan sebagainya.
- Materi tulisan tangan: paripus, hiroglif,
dokumen-dokumen modern, dan sebagainya.
- Buku dan cetakan: bahan-bahan yang tercetak.
- Bahan audio-visual: film-film, televisi, microfilm,
kaset-kaset, radio dan sebagainya.
- Observasi langsung: hasil pengamatan penulis atau
pengamatan oleh orang-orang yang diwawancarai.
Suatu
peraturan dasar dari metode sejarah adalah menggunakan data primer sebanyak
mungkin. Di lain pihak adalah sumber-sumber sekunder. Sumber-sumber sekunder adalah
catatan tentang adanya suatu peristiwa, ataupun catatan-catatan yang “jaraknya”
telah jauh dari sumber orisinil. Misalnya, keputusan rapat suatu perkumpulan
bukan didasarkan dari keputusan (minutes) dari rapat itu sendiri, tapi dari
sumber berita di surat kabar. Berita surat kabar tentang rapat tersebut adalah
sumber sekunder. Dalam metode sejarah, maka menggunakan sumber sekunder,
padahal sumber primer ada, merupakan error yang besar sekali. Ini dapat
diterima, karena sumber-sumber data masa lampau akan terjadi banyak sekali
distorsi dalam transmisi. Adanya distorsi akibat dari transmisi keterangan
dapat membuat interpretasi keterangan yang salah tentang suatu fenomena sejarah.
Penelitian
sejarah terbagi menjadi empat jenis, yaitu:
- Penelitian sejarah komparatif Jika penelitian dengan
metode sejarah dikerjakan untuk membandingkan faktor-faktor dari
fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau, maka penelitian
tersebut dinamakan penelitian sejarah komparatif. Misalnya, ingin
dibandingkan sistem pengajaran di Cina dan Jawa pada masa kerajaan
Majapahit. Dalam hal ini, si peneliti ingin memperllihatkan unsur-unsur
perbedaan dan persamaan dari fenomena-fenomena sejenis. Atau misalnya,
seorang peneliti ingin membandingkan usaha tani serta faktor sosial yang
mempengaruhi usaha tani dari beberapa negara dan membandingkannya dengan
usaha tani Indonesia dalam tahap-tahap tren waktu zaman pertengahan.
- Penelitian Yuridis atau Legal Jika dalam metode
sejarah diinginkan untuk menyelidiki hal-hal yang menyangkut dengan hukum,
baik hukum formal ataupun hukum nonformal dalam masa yang lalu, maka
penelitian sejarah tersebut digolongkan dalam penelitian yuridis.
Misalnya, peneliti ingin mengetahui dan menganalisis tentang
keputusan-keputusan pengadilan akibat-akibat hukum adat serta pengaruhnya
terhadap suatu masyarakat pada masa lampau, serta ingin membuat
generalisasi tentang pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas masyarakat,
maka penelitian sejarah tersebut termasuk dalam penelitian yuridis.
- Penelitan Biografis Metode sejarah yang digunakan
untuk meneliti kehidupan seseorang dan hubungannya dengan masyarakat
dinamakan penelitian biografis. Dalam penelitian ini, diteliti
sifat-sifat, watak, pengaruh, baik pengaruh lingkungan maupun pengaruh
pemikiran dan ide dari subjek penelitian dalam masa hidupnya, serta
pembentukan watak figur yang diterima selama hayatnya. Sumber-sumber data
sejarah untuk penelitian biografis antara lain: surat-surat pribadi, buku
harian, hasil karya seseorang, karangan-karangan seseorang tentang figur
yang diselidiki ataupun catatan-catatan teman dari orang yang diteliti
tersebut.
- Penelitian Bibliografis Penelitian dengan metode
sejarah untuk mencari, menganalisis, membuat interpretasi serta
generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam
suatu masalah atau suatu organisasi dikelompokkan dalam penelitian
biografis. Penelitian ini mencakup hasil pemikiran dan ide yang telah
ditulis oleh pemikirpemikir dan ahli-ahli. Kerja penelitian ini termasuk
menghimpun karyakarya tertentu dari seorang penulis atau seorang filosof
dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang dianggap hilang dan
tersembunyi, seraya memberikan intepretasi serta generalisasi yang tepat
terhadap karya-karya tersebut.
Langkah-Langkah
Pokok dalam penelitian sejarah meliputi:
(1)
definisikan masalah;
(2)
rumuskan tujuan penelitian;
(3)
rumuskan hipotesis;
(4)
kumpulkan data;
(5)
evaluasi data;
(6)
interpretasi dan generalisasi;
(7)
laporan.
Metode Penelitian Deskriptif
Metode
deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia,
suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas
peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah
untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang
diselidiki.
Penelitian
deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang
berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang
hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta
proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu
fenomena. Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan
fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif.
Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap
fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu,
sehingga banyak ahli menamakan metode deskriptif ini dengan nama survey
normatif. Dengan metode deskriptif ini jug diselidiki kedudukan fenomena atau
faktor dan melihat hubungan antara suatu faktor dengan faktor yang lain.
karenanya, metode deskriptif ini juga dinamakan studi kasus (case study).
Bila
ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan
dalam meneliti, serta tempat waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif
dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:
- metode survei, adalah penyelidikan yang diadakan
untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari
keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial,
ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah.
- metode deskriptif berkesinambungan (continuity
descriptive), adalah kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan
secara terus-menerus atas suatu objek penelitian. Pengetahuan yang lebih
menyeluruh dari masalah serta fenomena dan kekuatan-kekuatan sosial dapat
diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena dikaji dalam suatu interval perkembangan
dalam suatu periode yang lama. Dengan memperlihatkan secara detail
perubahan-perubahan yang dinamis dalam suatu interval tertentu, maka
generalisasi suatu situasi atau fenomena secara dinamis dapat dibuat.
- penelitian studi kasus, adalah penelitian kasus subjek
penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari
keseluruhan personalitas. Subjek penelitian dapat saja berupa individu,
kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Peneliti ingin mempelajari secara
intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit-unit sosial
yang menjadi subjek. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran
secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta
karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang
kemudian dari sifatsifat khas di atas akan dijadikan suatu hal yang
bersifat umum. langkah-langkah pokok metode penelitian studi kasus yaitu:
(1) rumuskan tujuan penelitian; (2) tentukan unit-unit studi, sifat-sifat
mana yang akan diteliti dan hubungkan apa yang akan dikaji serta
proses-proses apa yang akan menuntun penelitian; (3) tentukan rancangan
serta pendekatan dalam memilih unit-unit dan teknik pengumpulan data mana
yang digunakan. Sumber-sumber data apa yang tersedia; (4) kumpulkan data;
(5) organisasikan informasi serta data yang terkumpul dan analisis untuk
membuat interpretasi serta generalisasi; dan (6) susun laporan dengan
memberikan kesimpulan serta implikasi dari hasil penelitian
- penelitian komparatif, adalah sejenis penelitian
deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang
sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya
ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Dalam studi komparatif ini,
memang sulit untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar
pembanding, sebab penelitian komparatif tidak mempunyai control. Langkah-langkah
pokok dalam studi komparatif adalah sebagai berikut: (1) rumuskan dan
definisikan masalah; (2) jajaki dan teliti literatur yang ada; (3)
rumuskan kerangka teoretis dan hipotesis-hipotesis serta asumsi-asumsi
yang dipakai; (4) buatlah rencana penelitian, (5) uji hipotesis, buat
interpretasi terhadap hubungan dengan teknik statistik yang tepat; (6)
buat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi kebijakan; dan (7) susun
laporan dengan cara penulisan ilmiah.
- Penelitian analisis kerja dan aktivitas, ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci
aktivitas dan pekerjaan manusia, dan hasil penelitan tersebut dapat
memberikan
rekomendasi-rekomendasi
untuk keperluan masa yang akan datang.
- Studi waktu Gerakan, penelitian dengan metode deskriptif yang
berusaha untuk menyelidiki efisiensi produksi dengan mengadakan studi yang
mendetail tentang penggunaan waktu serta perilaku pekerja dalam proses
produksi.
Kriteria
umum metode penelitian deskriptif adalah:
- Masalah yang
dirumuskan harus patut, ada nilai tambah ilmiah serta tidak terlalu luas.
- Tujuan penelitian
harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum.
- Data yang digunakan
harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
- Standar yang digunakan
untuk memberi perbandingan harus mempunyai validitas.
- Harus ada deskripsi
yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
- Hasil penelitian harus
berisi secara detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun
dalam menganalisis data serta studi kepustakaan yang dilakukan. Deduksi
logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoretis yang digunakan jika
kerangka teoretis untuk itu telah dikembangkan.
Adapun kriteria khususnya adalah:
- Prinsip-prinsip
ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
- Fakta-fakta ataupun
prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status.
- Sifat penelitian
adalah ex post facto, karena itu tidak ada kontrol terhadap variabel, dan
peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manipulasi terhadap variabel.
Variabel dilihat sebagaimana adanya.
Langkah-langkah umum dalam metode deskriptif meliputi:
- Memilih dan merumuskan
masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta
dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
- Menentukan tujuan dari
penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten
dengan rumusan dan definisi dari masalah.
- Memberikan limitasi
dari area atau scope atau sejauh mana penelitian deskriptif
tersebut akan dilaksanakan. Termasuk di dalamnya daerah geografis di mana
penelitian akan dilakukan, batasan-batasan kronologis, ukuran tentang
dalam dangkal, serta seberapa utuh daerah penelitian tersebut akan
dijangkau.
- Pada bidang ilmu yang
telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka
teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk
hipotesis-hipotesis untuk diverifikasikan. Bagi ilmu sosial yang telah
berkembang baik, maka kerangka analisis dapat dijabarkan dalam
bentuk-bentuk model matematika.
- Menelusuri
sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan
dipecahkan.
- Merumuskan
hipotesis-hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara
implisit.
- Melakukan kerja
lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang
cocok untuk penelitian.
- Membuat tabulasi serta
analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kurangi
penggunaan statistik sampai kepada batasbatas yang dapat dikerjakan dengan
unit-unit pengukuran yang sepadan.
- Memberikan
interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin
diselidiki serta dari data yang diperoleh serta referensi khas terhadap
masalah yang ingin dipecahkan.
- Mengadakan
generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis-hipotesis yang
ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan
yang dapat ditarik dari penelitian.
- Membuat laporan
penelitian dengan cara ilmiah.
Daftar Pustaka
1.
Emanuel J Mason, William J Bramble. Understanding and Conducting Research. 2nd
Edition, McGraw Hill, 2008
2.
Billy J Franklin, Harold W Osborne. Research Method – Issues and Insight.
Wadsworth Publishing Company Ltd., 2010
3.
Gary M Maranell. Scaling, a Sourcebook for Behavioral Scientist. Aldine Publishing
Company, 2012
4.
Donald B. Calne, Batas Nalar: Rasionalitas
dan Perilaku Manusia, terj. Parakitri T. Simbolon. Kepustakaan Populer Gramedia, 2005